siapa yang lebih berkuasa dibandingkan waktu?
ketika waktu menginjak-injak semua sisi
mengoyak pagar-pagar besi
merengkuh semua yang dimiliki
dan pergi menyisakan perih tanpa nurani
maka siapa yang bisa berontak terhadap waktu?
kala waktu membawa dirinya berlalu
meninggalkan remah-remah kenangan berdebu
dan kalimat-kalimat lontaran gerutu
juga waktu yang dengan tanpa dosa merebut paksa pada apa yang kita punya
dan tak ada lagi selain airmata
bukan luka,
hanya kita yang tak sanggup membendung rasa
tentang sebuah kehilangan
bahwa waktu selalu menumpahkan ceritanya
mungkin saja kita yang kurang peka dan menutup semua akses...